Jumat, 22 Juni 2018

puisi bagi yang digantungin


AMBANG-AMBANG

karya : fajar hadi sucahyo
@fh5manager

Aku menatap pada jalanan jauh
Terhenti.
Sempat aku berpikir untuk kembali dan berjalan ke arahmu
Bodoh.
Kuistirahatkan tubuhku sejenak, bimbang, namun lalu kutetapkan.
Kutatap pada penghujung jalan, bukan aku tak mau melangkah
Hanya saja aku takut berdarah
Namun pada akhirnya
Aku berjalan mundur tanpa menatapmu, hanya tiga langkah
Lalu kukepalkan tangan, kusiapkan otot kakiku dan mataku tajam
YAP! ,berlari aku melintasi duri, kudengar caci maki dan hampir seluruh tubuhku tersayat belati
Kini aku  telah sampai pada penghujung jalan, jadi begini rasanya
Telah berubah hidupku, terbebas dari belenggu
Telah kupaksakan untuk keluar dari zona nyaman.
Tapi. Mengapa dibilang nyaman?
Padahal kala itu aku berdiri diambang-ambang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar